Detail :: Data Jembatan

Flyover Non Tol Antasari Bridge



Panjang4.876,00 m
Lebar8,75 m
Kondisi UmumAktif
Jenis JembatanConcrete Box Girder
Tanggal Mulai2010
Tanggal Selesai2012
Tanggal Peresmian2012
BiayaRp. 1.280.000.000.000,00
NegaraIndonesia
PulauJawa
PropinsiJakarta
Kabupaten/KotamadyaJakarta Selatan
Latitude (GPS)-6.2633777888423210
Longitude (GPS)106.8083979603256900

VIVAnews - Pembangunan flyover atau jalan layang non tol Pangeran Antasari – Blok M dan Kampung Melayu-Tanah Abang (Casablanca) ditargetkan akan rampung pada pertengahan 2012. Pembangunan ini akan mengurangi kemacetan sekitar 30 persen di kawasan itu.

Kepala Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Novizal, mengatakan, pembangunan jalan layang non tol Antasari akan dilakukan dengan ruas mulai dari Pasar Inpres Cipete hingga ke Lapangan Mabak Blok M. Sedangkan jalan layang Casablanca akan dilakukan dengan mulai dari ruas Jalan Mas Mansyur hingga ke Jalan Satrio.

Total dana yang dibutuhkan untuk pengerjaan dua jalan layang ini mencapai Rp1,28 triliun. Untuk jalan layang Antasari nilainya Rp737 miliar dan jalan layang Casblanca DKI adalah sisanya.

Pengerjaan akan dilakukan secara multiyears dari tiga pendanaan APBD DKI tahun anggaran 2010, 2011 dan 2012. Untuk tahun anggaran 2010, Dinas PU DKI telah memberikan dana tahap awal sebesar Rp30 miliar untuk satu pengembang.

Terdapat delapan pengembang yang menangani tender fisik kedua jalan layang, yaitu lima pengembang untuk jalan layang Antasari dan tiga pengembang untuk jalan layang Casablanca.

"Pengerjaan tender sudah mulai pada 22 November ini. Pendataan dilakukan untuk mengetahui utilitas yang harus dipindahkan karena masuk dalam kawasan proyek. Setelah itu mulai mengerjakan fisik," kata Novizal di Kantor Dinas PU DKI, Jumat 26 November 2010.

Pembangunan jalan layang non tol Antasari akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap 1 akan dimulai pembangunan dengan ruas Pasar Inpres Cipete lalu menuju Lapangan Mabak Blok M. Sebelumnya, sudah dilakukan studi kelayakan dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) pada tahun 2009.

Panjang jalan layang Antasari yaitu 4,8 kilometer dengan lebar 8,75 meter untuk satu jalur. Karena akan dibuat dua jalur, maka total lebar jalan layang menjadi 17,5 meter dengan ketinggian 10 meter dari jalan eksisting. Jenis konstruksi jalan layan yaitu dengan pondasi bored pile, pier beton, portal beton dan box girder segmental.

Waktu pelaksanaan pembangunan fisik dilaksanakan selama 630 hari atau sekitar 1 tahun 7,5 bulan dengan sistem proyek multiyears. Tidak hanya itu, setelah pembangunan fisik selesai, kontraktor masih memiliki kewajiban untuk memelihara jalan layang selama 180 hari.

Untuk rutenya dari arah selatan ke utara, yakni masuk Jalan Antasari menuju Brawijaya, Prapanca turun ke Wijaya I dekat Kantor Walikota Jakarta Selatan. Sedangkan rute utara ke selatan, masuk dari Lapangan Mabak Blok M, menuju Jalan Iskandarsyah, Prapanca, Brawijaya dan turun di Jalan Pangeran Antasari.

"Rute selatan ke utara turun di Wijaya I karena berdasarkan kajian dominan banyak yang belok kanan. Karena itu tidak mungkin diteruskan ke lapangan Mabak. Tapi kalau ada yang mau melanjutkannya bisa melalui underpass Trunojoyo yang sudah eksisting," jelasnya.

Pembangunan jalan layang membutuhkan lebar 30 meter, sedangkan lebar eksisting di Jalan Antasari hanya 20 meter. Untuk itu, Dinas PU DKI akan melakukan pembebasan tanah selebar 5 meter kiri dan kanan. Begitu juga sepanjang Jalan Pangeran Antasari di ruas Cipete hingga Wijaya I akan dibangun dua jalur jalan.

Namun untuk Lapangan Mabak Blok M hingga Jalan Iskandarsyah akan dibuat satu jalur dengan tiang konstruksi berada di tengah jalan.

Sementara itu pembangunan jalan layang Casablanca sepanjang 2,3 kilometer, yang baru akan dilakukan pembangunannya sepanjang 1,8 kilometer. Yakni dari Jalan Satrio hingga Mas Mansyur. Sedangkan Kampung Melayu dan Tanah Abang sepanjang 5 kilometer masih dilakukan tender.

Jalan layang ini juga berada 12 meter di atas tanah dan untuk bagian di atas terowongan Casablanca dinaikkan hingga 20 meter di atas tanah karena adanya monorel.

Ditargetkan dilaksanakan selama 630 hari atau 1 tahun 7,5 bulan dengan masa perawatan selama 180 hari. Total nilai proyek pembangunan sebesar Rp737 miliar.

Untuk jalan layang Casablanca hingga Jalana Dr Satrio akan dibuat sumur resapan agar air dapat jatuh ketanah dan tidak langsung masuk ke saluran. Sumur resapan memuat air pada hujan lebat hingga 2 jam, lebih dari itu air akan masuk langsung ke saluran.

Selain itu, ruas jalan layangnya juga diberikan jarak 2 meter agar cahaya matahari dapat tetap terkena tanaman di bawahnya. (adi)



Sumber :
http://metro.news.viva.co.id/news/read/190777-rute-jalan-layang-antasari-dan-casablanca



Galeri Foto